Compang, BOKSTODAY.MY.ID-Komunikasi yang sehat dan terbuka menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis.
Hal tersebut disampaikan fasilitator Kursus Persiapan Perkawinan Katolik (KPPK), Marianus Hamse, saat membawakan materi bertajuk Komunikasi Dalam Keluarga kepada para peserta KPPK, Sabtu (16/05/2026).
Dalam pemaparannya, Marianus menekankan pentingnya pasangan suami istri menjaga pola komunikasi agar hubungan keluarga tetap harmonis di tengah berbagai tantangan kehidupan modern.
"Komunikasi dengan pasangan harus memperhatikan tiga hal penting yaitu hindari egoisme, hindari budaya dominan dan kurangi ketergantungan media sosial,"jelas Marianus
Menurut dia, egoisme dalam hubungan sering kali memicu kesalahpahaman dan konflik berkepanjangan dalam rumah tangga. Karena itu, setiap pasangan perlu belajar menekan keinginan pribadi demi membangun kehidupan bersama yang sehat dan saling mendukung.
Selain itu, Marianus juga mengingatkan agar tidak ada sikap dominan dalam hubungan suami istri. Ia menilai, relasi dalam keluarga harus dibangun atas dasar kesetaraan, saling menghargai, dan keterbukaan.
Lebih jauh Marianus mengatakan bahwa komunikasi menjadi jalan utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan keluarga.
"Dalam hidup berumah tangga yang harus dilakukan pasangan suami istri adalah hargai pasangan dan segala masalah perlu dikomunikasikan dengan baik," ujarnya.
Ia juga menyoroti penggunaan media sosial yang dinilai dapat memengaruhi kualitas komunikasi dalam keluarga apabila tidak digunakan secara bijak. Ketergantungan terhadap media sosial, kata dia, berpotensi mengurangi intensitas interaksi langsung antara pasangan maupun anggota keluarga lainnya.
Karena itu, Marianus mengajak para calon pasangan suami istri untuk membangun kebiasaan komunikasi yang jujur, terbuka, dan penuh empati sejak awal kehidupan perkawinan.
Di akhir materinya, Marianus berharap para peserta KPPK mampu menerapkan nilai-nilai komunikasi yang baik dalam kehidupan rumah tangga sehingga dapat membangun keluarga yang harmonis, kuat, dan penuh kasih.
Writer|| Stanislus Bandut|| Red
